MEMAHAMI PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA
Konflik dan Perang
Konflik
merupakan suatu masalah sosial yang timbul karena ada perbedaan pendapat maupun
pandangan yang terjadi dalam msaayarakat dan Negara. Sedangkan perang adalah
permusuhan antara dua pihak baik antar Negara, suku, social, ras, budaya.
Macam Konflik dan Perang
1. Konflik sosial
2. Konflik antar kelompok social
3. Konflik antar Negara
4. Konflik antar organisasi
5. Konflik antar partai politik
Pertahanan dan Keamanan Negara
Pertahanan negara
adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan
negara,
keutuhan wilayah Negara
Kesatuan
Republik Indonesia, dan
keselamatan
segenap bangsa dari ancaman dan
gangguan terhadap keutuhan bangsa
dan negara. Sedangkan keamanan sebagai Kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai
internalnya dari ancaman luar.
Sistem
pertahanan dan keamanan indonesia adalah segala upaya pertahanan bersifat
semesta yang didasarkan akan kesadaran hak dan kewajiban seluruh warga negara
serta keyakinan pada kekuatan sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidup
bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.Sistem ini dikenal
dengan sebutan Sishankamrata.
Ciri Pertahanan dan Keamanan
1. Kerakyatan : orientasi pertahanan
diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat
2. Kesemestaan : seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan
3. Kewilayahan : gelar kekuatan pertahanan yang tersebar di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Komponen Pertahanan Negara
1. Komponen Utama (TNI)
2. Komponen Cadangan (Polri, Linmas, Hansip)
3. Komponen Pendukung (Seluruh Masyarakat Indonesia)
Sistem Pertahaan Rakyat Semesta
Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata) adalah konsep yang
ditetapkan bangsa Indonesia sebagai cara menghadapi dan mengatasi serangan dan
gangguan yang dilakukan negara bangsa lain terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Kenyataan yang terbukti dalam sejarah bahwa bagian bumi yang
kita namakan Indonesia mempunyai daya tarik kuat pada bangsa lain untuk
menguasainya, ditimbulkan oleh kekayaan potensi sumberdaya alam dalam berbagai
variasi, penduduk yang besar jumlahnya dan tinggi potensinya, serta kondisi
geografinya sebagai posisi silang antara dua benua dan dua samudera. Untuk
menghadapi dan mengatasi berbagai kemungkinan macam serangan dan gangguan yang
dilakukan negara bangsa lain terhadap NKRI dikembangkan satu konsep pertahanan
yang bersifat semesta serta menyangkut seluruh rakyat Indonesia. Konsep
pertahanan itu kita namakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta atau SISHANRATA.
Kemungkinan Serangan
1. Serangan tanpa kekerasan
2. Serangan dalam
bentuk penciptaan Masalah Keamanan Dalam Negeri.
3. Serangan militer
terbuka
Cara Menghadapi Serangan
1. Menghadapi
serangan tanpa kekerasan
2. Menghadapi
masalah keamanan dalam negeri
3. Menghadapi
serangan militer terbuka
Upaya Bela Negara Dalam Rangka Sishankamrata
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan
kemerdekaan bukan oleh suatu kelompok masyarakat atau rakyat, tetapi oleh
seluruh rakyat Indonesia, dengan mengerahkan segala potensi kemampuan dan
kekuatan yang dimilikinya. Tantangan yang dihadapi di masa lalu tentu sangat
berbeda dengan tantangan yang kita hadapi di masa sekarang. Di masa lalu kita
harus merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di masa sekarang kita harus mengisi
kemerdekaan dengan bangnas untuk menyejajarkan diri dengan negara bangsa (nation
state) yang telah maju.
Dalam
bangnas tersebut kita harus berupaya dan mampu mengembangkan potensi sumber
daya alam termasuk kedudukan dan kondisi geografi Indonesia, sumber daya
manusia Indonesia (dalam sistem tannas disebut Trigatra) dan sumber daya
ciptaan (teknologi). Untuk menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan
dan keamanan agar kita bisa sejajar dengan negara bangsa yang telah maju. Oleh
karena itu, sangat tepat sekali strategi Bangnas Indonesia dititikberatkan pada
pembangunan di bidang ekonomi tanpa mengesampingkan bidang-bidang lainnya.
Sementara itu, invasi (perang) antara negara bangsa dewasa ini tidak populer.
Hubungan antarbangsa dan negara diletakkan pada landasan kerja sama untuk
membangun kesejahteraan bersama. Kendatipun demikian, kita tidak boleh lengah
karena ancaman terhadap identitas dan integritas bangsa dan negara. Indonesia
tidak hanya datang dari sisi militer, tetapi juga dapat dari sisi ideologi
politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan
Politik dan strategi pertahanan dan keamanan(HANKAM) merupakan bagian
dari politik strategi nasional (polstranas). Bersifat saling mengisi, saling
mendukung, dan saling memperkuat dengan politik dan strategi bidang-bidang
kehidupan lainnya dakam polstranas.
Falsafah Politik Strategi Pertahanan dan Keamanan
1. Kemerdekaan
adalah hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus di
hapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan
2. Pemerintahan
negara melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksankan ketertiban dunia
3. Hak dan
kewajiban setiap warga untuk ikut serta dalam usaha pembelaan negara
4. Kekayaan alam
yang terkandung didalamnya di kuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran
rakyat.
Landasan Politik Strategi Pertahanan dan Keamanan
1. Politik dan strategi
pertahanan dan keamanan(HANKAM) merupakan bagian dari politik strategi nasional
(polstranas). Bersifat saling mengisi, saling mendukung, dan saling memperkuat
dengan politik dan strategi bidang-bidang kehidupan lainnya dakam polstranas.
2. Landasan konstitusional
adalah konsituasi dasar yang Menjadi sebuah
pedoman pokok di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara.
Landasan konstitusional indonesia adalah UUD 1945
3. Landasan dokrin
adalah ajaran yang bersifat mendorong sesuatu seperti memobilisasinya
Landasan operasional adalah dasar hukum material
yang memberi arah serta menjadi pedoman pengelolaan oleh pemegang kekuasaan
dalam sebuah negara.
Komentar
Posting Komentar