[UTS] PENTINGNYA STRATEGI INTEGRASI NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN NASIONALISME
PENTINGNYA STRATEGI INTEGRASI NASIONAL DALAM
MEWUJUDKAN NASIONALISME

Dibuat
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pendidikan
Kewarganegaraan 61 yang diampu Oleh :
Mrr.
RATNA E. W., S.S., M.Hum
Disusun
Oleh :
NAMA
: Eva Nur Fadhilah
NIM
: 192110101104
FAKULTAS
: KESEHATAN MASYARAKAT
PRODI
: ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
MATA
KULIAH WAJIB UMUM
UNIVERSITAS
JEMBER
APRIL
2020
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT
atas berkat dan rahmat-Nya saya masih diberikan kesempatan untuk dapat
menyelesaikan makalah ini. Makalah yang saya kerjakan berjudul “Pentingnya Strategi Integrasi
Nasional Dalam Mewujudkan Nasionalisme”. Ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya juga saya sampaikan kepada Ibu Mrr.
RATNA E. W., S.S., M.Hum selaku dosen mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan Universitas Jember yang
telah memberikan saya tugas ini guna melatih
keterampilan saya dalam menyusun
makalah. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada teman-teman Universitas
Jember yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini.
Saya berharap makalah ini nantinya akan memberikan
manfaat kepada semua orang dan dapat berguna sebagai sumber informasi suatu
saat nanti. Saya juga mohon maaf
sebesar-besarnya jika terdapat kesalahan yang disengaja maupun tidak
disengaja. Oleh sebab itu, saya memohon kritik dan saran
dari para pembaca yang kemudian dapat menjadi pelajaran untuk tulisan saya selanjutnya.
April
2020
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
Globalisasi dan perkembangan IPTEK saat ini telah
mengaburkan batas-batas negara, politik, ekonomi, dan budaya. Hubungan
internasional bukan hanya terbatas pada hubungan antarbangsa secara formal,
namun juga sudah mencakup antarkomunitas dan bahkan juga mencakup interelasi
antarkomunitas. Kemudahan interaksi global telah membangkitkan kesan bahwa
keberadaan negara hanya dirasakan sebagai wilayah yang memiliki cap ekonomi,
politik, sosial budaya dan lain
sebagainya. Hal ini menyebabkan masyarakat memiliki bayangan jika tidak ada
negara maka akan lebih leluasa untuk mengekspresikan diri. Dalam konteks inilah
sebagian generasi muda berpendapat bahwa negara- bangsa dan integrasi nasional
tidak diperlukan lagi (Sulistiyono, 2018) .
Pengetahuan kita mengenai kebudayaan Indonesia
sangatlah kurang, anak muda zaman sekarang lebih megetahui tentang hal hal
modern daripada tradisi zaman dulu. Pengaruh kebudayaan luar menyebabkan
kurangnya pengetahuan kita mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia itu
sendiri. Kurangnya pengetahuan akan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara
menimbulkan hilangnya rasa persatuan kita baik terhadap sesama maupun negara.
Masing-masing individu lebih mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa ada
rasa peduli terhadap sesamanya.
Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita
memiliki rasa tanggung jawab terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa. Tidak hanya
sebagai generasi penerus bangsa, tetapi kita adalah generasi pelurus bangsa
dimana menjunjung tinggi sikap keadilan adalah suatu keharusan demi terciptanya
kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.
Pentingnya strategi integrasi nasional dalam
mewujudkan nasionalisme.
1.3.1
Tujuan Umum
Pembaca diharapkan dapat mengetahui dan memahami
pentignya strategi integrasi nasional dalam mewujudkan nasionalisme.
1.3.2
Tujuan Khusus
1. Pembaca dapat mengetahui dan memahami definisi
Integrasi Nasional.
2. Pembaca dapat mengetahui dan memahami faktor-faktor
pendorong dan penghambat Integrasi Nasional.
3. Pembaca dapat mengetahui dan memahami pentingnya
Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia.
4. Pembaca dapat mengetahui dan memahami bahaya dari
ancaman Integrasi Nasional.
5. Pembaca dapat mengetahui dan memahami cara mengatasi
ancaman Integrasi Nasional.
BAB II
ISI
Menurut Dr. Nazaruddin Sjamsuddin Integrasi nasional adalah proses penyatuan
sebuah bangsa yang meliputi seluruh aspek kehidupannay, yakni aspek politik,
sosial, ekonomi serta budaya. Menurut Safroedin
Bahar, Integrasi nasional merupakan pengitegrasian yang mempunyai arti
membuat atau menyempurnakan dengan jalan menyatukan bermacam unsur bangsa yang
awalnya terpisah-pisah.
Dapat
disimpulkan bahwa Integrasi
nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu
negara sehingga tercipta keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti
yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang besar baik kebudayaan maupun
wilayahnya. Di satu sisi
hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita dapat memanfaatkan
kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya yang melimpah untuk
kesejahteraan rakyat. Tetapi, selain membawa keuntungan kekayaan indonesia
dapat membawa dampak negatif yang dapat menimbulkan masalah yang baru. Kita
ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter
atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa
Indonesia (Shofa, 2016) .
Dalam integrasi nasional terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhi, diantaranya adalah :
1. Faktor Pendorong Integrasi Nasional
a.) Adanya Rasa Senasib dan Seperjuangan
Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang dikarenakan faktor sejarah di masa lalu yang
terbawa sampai dengan masa sekarang menjadi salah satu faktor pendorong untuk
mewujudkan integrasi nasional. Jika di masa lalu rasa senasib seperjuangan
digunakan untuk memujudkan kemerdekaan Indonesia, di era sekarang ini rasa
senasib seperjuangan digunakan untuk memperkuat stabilitas nasional demi
terwujudnya persatuan Indonesia dalam integrasi nasional.
b.) Adanya Ideologi Nasional
Ideologi nasional indonesia saat ini adalah ideologi
pancasila. Pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dilakukan melalui
implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan
integrasi nasional di Indonesia. Melalui pemaknaan ideologi nasional yaitu
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, integrasi nasional akan lebih mudah
untuk diwujudkan.
c.) Adanya Ancaman Dari Luar
Meskipun Indonesia sudah merdeka puluhan tahun yang
lalu, tidak memungkiri ancaman dapat datang. Ancaman tidak hanya melalui
peperangan, tetapi globalisasi dan perkembangan IPTEK saat ini juga menjadi
ancaman untuk integrasi nasional. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi ancaman
dari luar dalam kaitannya dengan bahaya globalisasi dan modernisasi, integrasi
nasional perlu diwujudkan di setiap lapisan masyarakat yang ada tinggal di
wilayah Indonesia.
2. Faktor Pendukung Integrasi Nasional
a.) Penggunaan Bahasa Indonesia
Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar
menjadi faktor pendukung integrasi nasional. Dengan menggunakan bahasa
indonesia yang baik dan benar, kita menanamkan rasa cintah tanah air. Sehingga
hal ini dapat mendorong semangat integrasi nasional.
b.) Semangat Persatuan Dan Kesatuan Yang Tinggi
Kesadaran akan persatuan perlu dimunculkan dalam
semangat persatuan dan kesatuan, hal ini diperlukan untuk menjalin rasa
kekeluargaan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama serta menjalin rasa
kemanusiaan yang memiliki sikap dan toleransi serta keharmonisan untuk hidup
secara berdampingan.
c.) Adanya Jiwa Gotong Royong
Gotong royong berarti bekerja bersama-sama untuk
mencapai suatu hasil yang didambakan. Sikap gotong royong adalah bekerja
bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati
hasil pekerjaan tersebut secara adil. Serta suatu usaha atau pekerjaan yang
dilakukan tanpa pamrih dan secara sukarela oleh semua komponen masyarakat menurut
batas kemampuannya masing-masing
3. Faktor Penghambat Integrasi Nasional
a.) Kurangnya Toleransi Antar Golongan
Kurangnya toleransi antar sesama golongan dapat
mengakibatkan menurunnya integrasi nasional. Perasaan mengenai golongannya yang
lebih unggul daripada golongan lainnya akan mengurangi rasa nasioalisme dalam
diri kita, sehingga integrasi akan semakin menurun.
b.) Kurangnya Kesadaran Dalam Diri Masyarakat
Sikap masyarakat yang terlalu mementingkan diri
sendiri daripada bangsa dan negaranya juga merupakan faktor penghambat untuk
integrasi bangsa. Menganggap bahwa dirinya lebih unggul dan dapat melakukan
segala hal seorang diri, sehingga tidak ada rasa nasionalisme dalam dirinya.
Bangsa
Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keragaman suku bangsa dan budaya,
sehingga bangsa Indonesia sering dihadapkan pada masalah tentang bagaimana
menyatukan keragaman yang ada di dalamnya agar memiliki rasa persatuan,
kehendak untuk bersatu dan secara bersama. Suatu bangsa membutuhkan persatuan
untuk bangsanya yang dinamakan integrasi nasional. Integrasi nasional merupakan
suatu proses mempersatukan bagian-bagian, unsur atau elemen yang terpisah dari
masyarakat menjadi kesatuan yang lebih bulat, sehingga menjadi satu bangsa.
Integritas
nasional dapat dilihat dari tiga aspek yaitu aspek politik, aspek ekonomi, dan aspek
sosial budaya. Integrasi politik adalah penyatuan masyarakat dengan sistem
politik. Integrasi politik dibagi menjadi lima jenis, yaitu :
1.
Integrasi bangsa
2.
Integrasi wilayah
3.
Integrasi nilai
4.
Integrasi elit-massa
5.
Integrasi tingkah laku
Integrasi
ekonomi berarti terjadinya saling ketergantungan antar daerah dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup
rakyat. Hubungan saling ketergantungan antar masyarakat akan meningkatkan
hubungan kerjasama yang sinergis antar daerah. Integrasi sosial budaya merupakan
proses penyesuaian unsur yang berbeda seperti ras, etnis, agama, bahasa,
kebiasaan, sistem nilai, dan lain
sebagainya dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.
Kebalikan
dari integrasi adalah disintegrasi. Jika integrasi merupakan proses penyatuan maka
disintegrasi suatu prosen yang dapat menimbulkan konflik atau perseturuan dan
pertentangan. Disintegritas bangsa merupakan kebalikan dari integritas nasional
yaitu memudarnya kesatupaduan antar golongan yang ada dalam bangsa tersebut.
Konflik
selalu ada disetiap organisasi dalam masyarakat, meskipun tidak telihat bahwa
konflik tersebut ada. Pada umumnya, munculnya konflik sangat sulit untuk
diprediksi. Konflik dapat muncul jika kepentingan individu dan kelompok merasa
terganggu atau terancam disertasi dengan kondisi yang menciptakan konflik
tersebut memiliki kesempatan. Konflik-konflik inilah yang jika tidak dapat
diatasi dengan baik nantinya akan mennimbulkan disintegrasi nasional.
Pengembangan integrasi dapat
dilakukan melalui lima strategi atau pendekatan yaitu :
1.
Adanya ancaman dari luar, dapat
menciptakan integrasi masyarakat. Masyarakat akan bersatu, meskipun berbeda
suku, agama dan ras ketika menghadapi musuh bersama.
2.
Gaya politik kepemimpinan, yang dapat
menyatukan atau mengintegrasikan masyarakat bangsa
3.
Kekuatan lembaga–lembaga politik,
Lembaga politik, misalnya birokrasi, juga dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat
bangsa.
4.
Ideologi Nasional, seperangkat
nilai-nilai yang diterima dan disepakati oleh suatu negara. Apabila masyarakat
dapat menerimanya maka memungkinkan masyarakat tersebut bersatu.
5.
Kesempatan pembangunan ekonomi. Jika
pembangunan ekonomi berhasil dan menciptakan keadilan, maka masyarakat bangsa
tersebut bisa menerima sebagai satu kesatuan.
Masyarakat yang terintegrasi dengan baik
merupakan harapan bagi setiap negara. Sebab integrasi masyarakat merupakan
kondisi yang sangat diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional
demi mencapai tujuan yang diharapkan. Ketika masyarakat suatu negara senantiasa diwarnai oleh
pertentangan atau konflik, maka akan banyak kerugian yang diderita, baik
kerugian berupa fisik material seperti kerusakan sarana dan prasarana yang
sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maupun kerugian mental spiritual seperti
perasaan kekhawatiran, cemas, ketakutan, bahkan juga tekanan mental yang
berkepanjangan. Di sisi lain, banyak pula potensi sumber daya yang dimiliki oleh negara di mana
semestinya dapat digunakan untuk melaksanakan pembangunan bagi kesejahteraan
masyarakat akhirnya harus dikorbankan untuk menyelesaikan konflik
tersebut. Dengan demikian negara yang senantiasa diwarnai dengan konflik di
dalamnya akan sulit untuk mewujudkan kemajuan.Integrasi bangsa diperlukan guna
membangkitkan kesadaran akan identitas bersama, menguatkan identitas nasional,
dan membangun persatuan bangsa.
BAB III
PENUTUP
Integrasi
nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu
negara sehingga tercipta keserasian dan keselarasan secara nasional. Dalam integrasi nasional terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah faktor pendorong integrasi
nasional, faktor pendukung integrasi nasional dan faktor penghambat integrasi
nasional. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keragaman suku
bangsa dan budaya, sehingga bangsa Indonesia sering dihadapkan pada masalah tentang
bagaimana menyatukan keragaman yang ada di dalamnya agar memiliki rasa
persatuan, kehendak untuk bersatu dan secara bersama. Suatu bangsa membutuhkan
persatuan untuk bangsanya yang dinamakan integrasi nasional. Disintegritas
bangsa merupakan kebalikan dari integritas nasional yaitu memudarnya
kesatupaduan antar golongan yang ada dalam bangsa tersebut. Masyarakat yang
terintegrasi dengan baik merupakan harapan bagi setiap negara. Sebab integrasi
masyarakat merupakan kondisi yang sangat diperlukan bagi negara untuk membangun
kejayaan nasional demi mencapai tujuan yang diharapkan.
Diharapkan untuk para pembaca setelah membaca
makalah ini dapat menambah rasa nasionalisme pada dirinya, sehingga dapat
meningkatkan rasa integrasi nasional. Apabila ada kesalah penulisan pada
makalah ini, diharapkan pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun
penulis agar dapat berkembang di karya tulis selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Shofa, A. M. (2016).
MEMAKNAI KEMBALI MULTIKULTURALISME INDONESIA DALAM. Jurnal Pancasila dan
Kewarganegaraan.
Sulistiyono, S.
T. (2018). NASIONALISME, NEGARA-BANGSA, DAN INTEGRASI NASIONAL INDONESIA:
MASIH PERLUKAH? Jurnal Sejarah Citra Lekha , 3-12.
Komentar
Posting Komentar